Beranda parenting Cari Tahu 6 Tahap Bermain pada Anak untuk Tumbuh Kembang Anak Optimal

Cari Tahu 6 Tahap Bermain pada Anak untuk Tumbuh Kembang Anak Optimal

0
481
Cari Tahu 6 Tahap Bermain pada Anak untuk Tumbuh Kembang Anak Optimal

Ketika anak Anda sedang bermain sendiri maupun bermain bersama teman-temannya, apa yang muncul di benak-benak Anda? Apakah Anda merasa bahwa anak Anda perlu dikurangi waktu bermainnya karena bermain itu tidak membawa manfaat apapun bagi anak? Apakah Anda lebih suka kalau kebanyakan waktu anak dihabiskan untuk belajar hal-hal yang penting saja?

Nah, pada dasarnya, sebagai orang tua Anda harus segera meninggalkan mindset yang kolot semacam itu lho. Sebab ternyata, proses bermain anak diklaim punya peran yang sangat istimewa terhadap tumbuh kembang anak. Alhasil, Ia tak kalah esensial dibandingkan dengan kegiatan belajar anak.

Proses bermain pada anak pun ada tahapannya. Alasan pembagian tahapan ini agar Anda sebagai orang tua menjadi tahu model dan jenis permainan apa yang paling pas untuk anak sesuai dengan usianya kelak.

Di bawah ini akan dijelaskan secara gamblang setiap tingkatan dari proses bermain anak tersebut. Namun sebelum masuk informasi tersebut, ada baiknya Anda baca terlebih dahulu jawaban dari kenapa anak butuh yang namanya aktivitas bermain.

Setiap Tahap Bermain Punya Fungsi Penting dan Tak Boleh Terlewatkan.

Mengapa Bermain adalah Aktivitas Penting untuk Anak?

Kegiatan bermain pada anak, utamanya bermain di luar secara aktif, punya segudang manfaat yang tak akan ditemukan pada kegiatan anak yang lainnya. Pertama-tama, bermain dapat menjadi pencegah datangnya obesitas. Ini karena ketika bermain, baik itu sendirian maupun bersama teman-temannya, fisik anak akan menghasilkan pergerakan.

Tapi perlu diingat bahwa ini berarti Anda sebaiknya membiarkan anak bermain dengan fisik yang bergerak aktif, bukan cuma bermain gadget di dalam rumah saja. Ada studi yang digelar di tahun 2005 dan diterbitkan di American Journal of Preventive Medicine yang menunjukkan bahwa anak yang aktif bermain di usia sembilan hingga 18 tahun akan menjadi orang dewasa yang aktif pula.

Bukan hanya itu, dengan bermain anak juga tanpa sadar melatih sendiri cara berpikirnya serta mengembangkan daya kreativitasnya. Untuk jenis permainan yang membutuhkan dua hingga banyak orang untuk dimainkan, Ia akan menyiapkan anak untuk belajar bersosialisasi sebagaimana yang akan dilakukan di masa depan nanti.

Hal ini pun diiyakan oleh dua pakar edukasi kondang Olivia Saracho dan Bernerd Spodek. Mereka pun mengungkapkan bahwa kegiatan bermain pada anak punya fungsi sosial yang sangat vital dalam kehidupan anak kini dan nanti.

Sebagai contoh, ketika bermain bersama teman-temannya di sekolah, anak akan secara otomatis belajar mengatur dirinya sendiri dan orang lain tanpa perlu diajari oleh siapapun. Ditambah lagi, bermain bersama teman seperti itu mampu memberi gambaran pada anak soal bagaimana bekerja bersama tim dan menyelesaikan sebuah konflik secara bersama-sama.

Wah, ternyata banyak sekali ya manfaat istimewa dari kegiatan bermain pada anak. Sayangnya, di Indonesia, hal ini masih kurang disadari oleh para pendidik dan para orang tua. Padahal, di luar negeri seperti di Negara Paman Sam, Amerika Serikat, sudah mulai dikeluarkan pernyataan yang mendukung pengadaan kegiatan bermain anak, bahkan saat berada di sekolah sekalipun.

Lebih jelasnya, pada tahun 2013, American Academy of Pediatrics’ Council on School Health merilis pernyataan bahwa  jam istirahat di sekolah akan memberikan keuntungan fisik, emosional, sosial, dan kognitif yang selama ini tidak disadari pada anak.

Bahkan, sekolah-sekolah di wilayah Texas, Amerika Serikat punya aturan mengadakan empat kali jam istirahat pada murid-murid taman kanak-kanak dan kelas satu SD! Total jam istirahat yang diberikan mencapai waktu satu jam lamanya. Tujuan dari program ini pun adalah untuk memastikan bahwa anak-anak usia dini tidak kehilangan waktu bermainnya yang berharga di sekolah.

ENAM Tahap Bermain pada Anak

Selesai mengerti alasan kenapa kegiatan bermain pada anak itu penting, kini waktunya memahami tahap demi tahap kegiatan bermain pada anak. Sejatinya, tahap bermain pada anak dibagi menjadi enam tingkatan. Tingkatan ini disesuaikan dengan umur, latar belakang sosial, hingga suasana hati anak nantinya. Apa saja tahap-tahapnya? Berikut uraian selengkapnya.

6. Tahap Permainan Bebas (Unoccupied Play)

Tahap ini terjadi ketika anak Anda sedang berada pada usia bayi. Ia pun disebut sebagai tahapan bermain paling dasar pada anak. Tujuan dari tingkatan ini adalah untuk membiarkan anak menggerakkan tubuh dan menumbuhkan kreativitas bermainnya secara acak tanpa tuntutan apapun. Anak pun dibebaskan untuk berpikir, berimajinasi, dan bergerak tanpa batasan dari sebuah aturan permainan.

Jenis mainan yang disarankan adalah mainan yang tak memiliki ukuran terlalu besar atau terlalu kecil. Lebih jauhnya, mainan tidak boleh memiliki sudut yang tajam atau mengeluarkan cahaya yang yang kuat. Contoh mainan terbaik pada tahap ini adalah mainan bola. Anda pun bisa bermain lempar tangkap bola bersama anak Anda di tahap ini.

Selain akan membuat anak merasa senang karena Anda temani bermain, permainan ini juga dapat merangsang perkembangan buah hati Anda lho. Selain bola, permainan dengan tekstur yang beragam, memunculkan bunyi-bunyian dan memiliki warna yang menarik juga sangat disarankan.

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here