Orang Tua Perlu Tahu Ini! Kenali Apa Saja Mainan yang Mengedukasi Anak.

0
318

Terkadang orang tua berpikir, bahwa belajar pelajaran sekolah di usia sedini mungkin adalah cara paling benar dalam mendidik anak. Padahal anak sangat membutuhkan bermain untuk mengembangkan karakter, kemampuan sosialisasi, imajinasi dan kreativitas-nya. Oleh sebab itu, mainan menjadi cara efektif dalam mengari dan mendidik anak.

Akan tetapi, jika orang tua khawatir dengan banyaknya mainan yang tidak mendidik, maka mereka juga butuh belajar dan mengetahui, mainan-mainan apa saja yang aman dan bisa direkomendasikan untuk mendampingi tumbuh kembang anak.

Tidak hanya untuk anak di usia balita, mainan sebenarnya juga masih dibutuhkan bahkan untuk anak sampai usia di sekolah dasar. Karena pada masa-masa itu, anak berada dalam periode emas dimana otak menyerap informasi sangat tinggi dalam perkembangannya.

Sehingga, sangat dianjurkan memberikan mainan tertentu pada si Anak yang berpotensi merangsang saraf sensorik dan motoriknya, demi membantu perkembangan dan pertumbuhan si Anak.  Memang, memilih mainan untuk si Anak terkadang ada susahnya dan ada gampangnya.

Jika si Anak suka, maka proses belajar sambil bermain bisa dilanjutkan. Tetapi jika sampai salah memilih mainan, maka bisa hilang niat bermainnya dan tidak belajar sama sekali. Meskipun, mainan apa saja sebenarnya bisa digunakan asalkan memiliki manfaat dalam merangsang perkembangan kecerdasan si Anak.

Tentu butuh upaya jika orang tua ingin mengedukasi anak sambil bermain. Salah satunya dengan memperhatikan jenis mainan apa saja yang akan berpengaruh pada aspek perkembangan kecerdasan anak. Hal ini sangat penting, karena berbeda mainan maka berbeda pula pengaruhnya.

Ide Mainan yang Mengedukasi Anak

Mengedukasi Akal

Mainan yang bisa digunakan untuk merangsang perkembangan kepintaran akal anak, biasanya meliputi sifat kognitif berupa Word Smart, Number Smart, Picture Smart, dan Music Smart. Selama mainan mengandung hal-hal tersebut, maka perkembangan kepintaran akal anak bisa ikut dipengaruhi.

Mainan itu bisa berupa, Puzzle Angka, Balok Susun, Origami, Monopoli, Kalkulator, Sempoa atau mainan yang mengandung angka, dan bisa juga perekam suara, kotak musik, aneka alat musik atau mainan yang berhubungan dengan suara.

Sementara, mainan lain yang bisa direkomendasikan bisa meliputi permainan kata-kata seperti buku cerita, papan tulis, stiker atau stampel alfabet, serta mainan yang mengandung gambar seperti buku bergambar, crayon, mobil-mobilan, miniatur hewan, boneka, adonan tanah liat dsb.

Mengedukasi Fisik

Upaya orang tua dalam mengedukasi anak untuk mengembangkan kepintaran fisiknya, bisa dimulai dengan memberikan mainan yang meliputi sifat Body Smart dan Nature Smart. Mainan ini berfungsi untuk merangsang ketangkasan, kecepatan dan kemampuan koordinasi motoriknya.

Mainan yang bisa direkomendasikan berupa bola besar atau kecil, tali untuk lompat tali, ayunan, perosotan, sepeda, gelembung sabun dan mainan lain yang memenuhi aspek Body Smart. Selain itu, mainan yang berupa alat-alat perkebunan mainan, tenda mainan, teropong atau karakter/boneka hewan juga bisa diberikan untuk memenuhi sifat Nature Smart.

Sebenarnya, untuk mengedukasi kepintaran fisik si Anak, orang tua tidak perlu memilih mainan dengan harga yang mahal. Terkadang permainan tradisional seperti petak umpet, engklek, galasin atau permainan yang biasanya tersebar sebagai bagian dari budaya Indonesia juga cukup mengedukasi anak, karena itu jangan ragu-ragu untuk mengenalkannya.

Mengedukasi Sosialisasi

Sementara mainan edukasi yang berfungsi untuk meningkatkan kepintaran sosial si Anak, bisa meliputi Self Smart dan People Smart. Mainan ini berguna untuk meningkatkan kemampuan komunikasi, sosialisasi dan sifat tanggung jawabnya.

Contoh dari mainan yang direkomendasikan berupa alat tulis bergambar, buku diary, mainan tanah liat atau mainan yang meliputi sifat Self Smart. Sedangkan mainan lain bisa berupa monopoli, rumah-rumahan, bola, miniatur, tenda mainan atau jenis mainan yang dimainkan bersama untuk memenuhi sifat People Smart.

Itu semua adalah mainan-mainan yang bisa direkomendasikan untuk men-stimulus perkembangan si Anak. Ada banyak sekali, jadi orang tua tidak perlu merasa terbebani saat memilihkan mainan, apalagi takut dengan mainan yang tidak mendidik. Sayangnya, tidak semua mainan itu bisa diberikan pada anak di semua usia.

Hal ini karena anak usia 5 tahun akan merasa bahwa mainan untuk usia 1 tahun terkesan membosankan dan monoton, mereka tidak akan tertarik dengan mainan-mainan dan proses bermain sambil belajar pun jadi terasa tidak menyenangkan.

Tentu saja, sebab hal-hal yang mereka butuhkan sudah berbeda lagi. Anak-anak di usia 1 tahun lebih membutuhkan atau terfokus pada permainan dengan aktivitas fisik. Sedangkan untuk usia 5 tahun ke atas, anak-anak sudah mulai bermain dengan menggunakan akal dan kreativitasnya.

Sehingga orang tua perlu tahu cara memilihkan mainan yang mengedukasi berdasarkan pertumbuhan usia anaknya juga. Terdapat juga perbedaan cara memilih mainan yang bisa diberikan kepada anak untuk usia tertentu.

Ide Mainan Berdasarkan Usia Anak

Mainan untuk Anak Usia 0-1 Tahun

Pada usia 0-1 tahun, pemberian mainan untuk anak perlu sangat diperhatikan. Apalagi ketika anak di usia-usia ini, masih sangat rentan terhadap serangan penyakit, sehingga kehegienisannya jadi hal paling penting diperhatikan.

Orang tua perlu memastikan mainan yang diberikan tidak mudah terbakar, tidak beracun dan bisa dicuci. Mainannya pun yang berukuran cukup besar sampai tidak bisa ditelan, dan bentuknya merupakan satu bagian atau tidak bisa dilepas perbagiannya.

Khusus untuk mainan yang mirip boneka, maka bagian kaki atau tangan harus terpasang kuat di badan dan tidak bisa dipisahkan. Terutama untuk bagian wajah, maka setidaknya mata boneka tidak merupakan benda yang dijahit agar tidak mudah ditarik atau dilepas dan bisa berupa bordiran.

Berat mainannya pun sangat disarankan yang ringan dan mudah dipegang atau dipeluk. Mainan seperti ini sangat direkomendasikan untuk si Anak, serta jenis mainan yang bergerak juga bagus untuk menarik perhatian. Misalnya berupa bola yang bergemerincing dan mengeluarkan suara dari dalamnya.

Mainan bola ini dapat memberikan stimulasi motorik, berupa visual dan pendengaran, serta meningkatkan gerakan mata dan kemampuan  merangkak si Anak. Akan tetapi, pastikan isi dari bola yang bergemerincing itu tidak bisa keluar dan sampai ke tangan si Anak karena berakibat ditelan.

Selain itu dari mainan yang menimbulkan suara, perhatian si Anak juga bisa ditingkatkan melalui warna, sentuhan dan rasanya. Gelang-gelangan yang dibuat khusus untuk merangsang pertumbuhan gigi juga disarankan. Selama tidak mudah patah, apalagi terdapat bagian yang longgar, serta bisa dicuci dan tidak mengandung bahan berbahaya, maka mainan ini juga baik untuk anak.

Mainan untuk Anak Usia 1-1,5 Tahun

Pada usia-usia ini, si Anak mulai belajar berdiri dan berjalan. Mereka akan senang dengan mainan yang bisa ditarik ulur, diangkat dan dipindahkan, atau dipencet-pencet tombolnya untuk mengeluarkan sesuatu atau membunyikan sesuatu.

Anak juga akan senang dengan mainan yang disusun, seperti balok-balok kain ringan yang lembut. Tetapi jangan berikan jumlah balok yang terlalu banyak karena justru berakibat membingungkan si Anak.

Selain itu, Anak di usia ini juga suka dengan mainan yang bisa ditunggangi seperti kuda-kudaan atau mobil-mobilan. Asalkan selama anak memainkannya, orang tua harus selalu mengawasi terlebih jika si Anak belum bisa berjalan. Lalu pastikan bahwa anak bisa dengan mudah menaiki dan menuruni atau memainkannya sendiri untuk membantu kemandirian.

Mainan untuk Anak Usia 1,5-2 Tahun

Pada anak yang memasuki usia 1,5-2 tahun, mereka cenderung sudah memulai berbicara dan sangat tertarik dengan berbagai macam ukuran barang serta mulai menumpuk atau menyusunnya berurutan.

Orang tua bisa memulai memberikan mainan atau kotak-kotak berukuran kecil, lalu sedang sampai ukuran besar secara bergantian. Dengan begitu, minat anak akan lebih berkembang secara bertahap.

Mainan kotak-kotak yang memiliki wadah, akan lebih disukai, karena anak bisa memasukan kotak yang kecil ke kotak yang besar atau mengeluarkannya. Permainan ini bisa sangat membuatnya merasa senang.

Anak pada usia-usia ini juga mulai mengenali gambar dan suara, maka mainan dengan gambar-gambar  yang bervariasi sangat disarankan. Hal itu bisa mendorong kemampuan anak dalam menggabungkan potongan-potongan gambar atau bentuk yang serasi, mirip seperti puzzle sederhana.

Selain itu, permainan ini juga berfungsi untuk mengembangkan koordinasi mata dan tangannya, serta kemampuan dalam mengenali dan mencari keserasian gambar, warna atau bentuk. Akan tetapi, pastikan untuk tidak membuatnya bingung dengan banyaknya potongan mainan disekitarnya, cukup beberapa potong yang bisa dia ingat.

Selain dari menyusun kotak-kotak, mainan lain yang cukup baik untuk anak diusia ini adalah bus atau mobil dengan orang yang bisa dikeluarkan, hand puppets atau 1 set boneka keluarga yang lengkap dengan bayi, kakak, orang tua dan perlengkapannya.

Permainan keluarga-keluargaan juga bisa dijadikan cara untuk mengembangkan imajinasi dan mencoba bermain peran untuk membantu kemampuan bersosialisasi serta komunikasi si Anak.

Mainan untuk Anak Usia 2-3 tahun

Anak dengan usia antara 2-3 tahun sudah mulai berani berkreasi dan daya imajinasinya pun lebih kuat. Mereka lebih suka dan tertarik dengan kegiatan yang melibatkan orang dewasa. Mainan yang sebelumnya sudah tidak lagi menarik perhatian, mereka menyukai mainan yang banyak membutuhkan gerak dan ketangkasan sehingga bisa menstimulasi otak mereka.

Anak yang bisa berpikir kreatif sangat suka dengan mainan yang lebih realistis, seperti boneka yang bisa bicara, mainan instrumen musik, atau mobil-mobilan dan truk yang bisa digunakan untuk di luar serta dalam ruangan. Selain itu, si Anak juga mulai suka mengeruk pasir dan mengangkutnya atau meletakan kereta api ke relnya atau mengambilnya dari rel.

Permainan puzzle sederhana juga bisa menarik minatnya, menggabungkan potongan kecil berdasarkan koordinasi mata dan tangan sembari belajar meningkatkan kemampuan berpikirnya.

Selain itu, puzzle juga bisa menambah rasa ingin tahu si Anak serta rasa penasaran sepanjang tingkat kemampuannya. Tetapi, akan sangat disarankan jika orang tua memperhatikan baik-baik ukuran mainan yang diberikan karena anak masih cenderung suka menelan mainan.

Dan juga, selain dari mainan-mainan di atas, sebuah perangkat mainan profesi juga sangat disukai, misalnya mainan dokter-dokteran, seperangkat mainan masak-masakan atau mainan lain yang bisa mendorong kreativitasnya.

Mainan untuk Usia 3-5 tahun

Anak-anak di usia 3-5 tahun sudah memiliki perkembangan akal yang baik dan mulai bisa diajari belajar. Mereka menyenangi aktivitas berupa menggambar, mencoret-coret dan mewarnai.

Mainan yang paling populer untuk mereka berupa kertas dan crayon. Jenis mainan ini sangat cocok untuk mengembangkan imajinasi dan kreativitas si anak berupa gambar ataupun tulisan, hal ini juga baik untuk mengekspresikan emosinya.

Mainan lain yang direkomendasikan bisa juga digunakan untuk membangun mentalnya seperti papan ular tangga. Mainan ini pun bisa digunakan untuk mempertajam visualisasi dan memorinya.

Selain dari permainan itu, anak-anak di usia ini juga siap diperkenalkan huruf dan angka, sehingga buku cerita juga bisa dijadikan cara untuk belajar. Hal lainnya bisa berupa rumah-rumahan, boneka dengan aksesoris lengkap agar bisa didandani, puzzle dengan tingkat yang disesuaikan dan sepeda.

Nah, itu semua adalah mainan-mainan yang juga berguna untuk mengedukasi si Anak. Dengan begitu, dia bisa bermain sambil berjalan dengan cara yang menyenangkan dan mengasyikan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here