Kupas Tuntas Mengenai Pilihan Melahirkan dengan Normal atau pun Caesar

0
1393

Persalinan di bantu dengan alat

Persalinan secara normal juga bisa dibantu menggunakan alat.Biasanya penggunaan alat ini karena janin yang tak kunjung mendorong ke bawah dan tenaga ibu yang sudah mulai habis. Apabila di paksa untukmelahirkan secara normal tanpa menggunakan alat, maka bisa jadi keselamatan ibu dan bayi terancam.

Alat bantu yang digunakan untuk proses persalinan ini biasa disebut dengan vakum atau forsep. Alat ini yaitu berupa alat penghisap yang menarik janin dengan lembut sehingga membantu ibu mengeluarkan kepala bayi apabila sudah dirasa tidak bisa mengejan dengan maksimal lagi.

Vakum dilakukan saat vase kedua yaitu saat kepala janin sudah berada di bawah panggul.Maka dimasukkan alat ini yang terletak tepat di atas kepala janin.Alat ini disambungkan ke mesin. Sehingga saat Anda mengejan, mesin akan membantu mendorong sehingga kepala bayi bisa keluar.

Proses vakum dilakukan apabila dokter menilai keadaan ibu sudah membahayakan yang bisa mengancam keselamatan ibu dan anak. Atau keadaan dimana ibu mengalami hipertensi atau tekanan darah tinggi.

Seorang ibu yang mengalami hipertensi tidak diperbolehkan mengejan terlalu keras karena bisa membuat tekanan darah si ibu semakin meningkat dan membahayakan keselamatannya.

Proses persalinan yang terlalu lama pun harus segera diambil tindakan vakum karena biasanya keselamatn si bayi yang terancam karena kekurangan oksigen. Proses persalinan normal dengan menggunakan vakum sendiri biasanya berlangsung selama 10 menit. Namun prosedurnya memakan waktu hingga 45 menit.

Proses persalinan normal dengan vakum dapat mengalami risiko yaitu luka pada kulit kepala bayi atau luka pada jalan keluar bayi karena harus dimasukkan alat. Selain itu bisa juga mengalami risiko yang lebih berat seperti pendarahan pada kepala bayi.

Persalinan dengan forsep

Persalinan dengan forsep yakni persalinan normal, bayi keluar dari vagina ibu tetapi harus dengan alat bantu logam yang dijepitkan pada kepala bayi dan ditarik keluar dengan alat yang berupa logam.

Persalinan ini dilakukan apabila pada situasi yang sangat gawat dan darurat.Seperti ibu yang mengalami asma, hipertensi atau keadaan janin yang lemah. Apabila menggunakan metode persalinan ini, Anda tidak perlu mengejan karena bayi akan ditarik dengan mesin.

Namun risiko luka lebih parah, pada ibu bisa terjadi sobek rahim, luka pada jalan keluar janin.Sedangkan pada bayi bisa mengalami patah tulang tengkorak yang artinya harus mengalami perawatan lebih lanjut setelah dilahirkan.

Baca Juga Artikel terkait selanjudnya tab 1/2/3/4/5 dibawah

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here