Beranda Health Ternyata Termometer Ada Banyak Jenisnya! Ini 10 di Antaranya

Ternyata Termometer Ada Banyak Jenisnya! Ini 10 di Antaranya

0
701

Dalam dunia medis, dikenal begitu banyak sekali alat-alat kesehatan yang sering digunakan. Biasanya para tenaga medis tak akan lepas dari yang namanya stetoskop, alat ukur tekanan darah dan termometer. Yap, termometer sepertinya menjadi alat kesehatan paling lazim yang bahkan juga digunakan masyarakat umum. Tak jarang kini orang-orang awam non tenaga medis menyimpan satu termometer di kotak obat.

Seperti fungsinya, termometer akan dipakai untuk mengukur suhu tubuh seseorang. Daripada bingung dan heboh ke dokter, biasanya termometer digunakan untuk mengetahui berapa suhu tubuh dan mengonsumsi obat-obatan ringan. Barulah jika tubuh masih kedinginan atau demam tak usai-usai, dibawa ke dokter adalah solusi terakhir.

Dalam perkembangannya, orang-orang memahami ada dua jenis termometer. Yang pertama adalah termometer digital dan termometer air raksa. Kedua jenis ini lazim digunakan dalam dunia medis meskipun perkembangan jaman membuat termometer digital jauh lebih diminati. Tak perlu bingung melihat air raksa di angka-angka pengukur, termometer digital akan langsung memperlihatkan besaran suhu dengan cepat.

Namun tahukah Anda kalau sebetulnya jenis termometer itu ada banyak sekali. Bukan hanya dua, setidaknya ada sepuluh jenis termometer yang beredar. Dan faktanya, termometer ternyata tidak hanya digunakan sebagai alat kesehatan saja karena mempunyai manfaat lain seperti ulasan berikut ini.

Berbagai Jenis Termometer, Bukan Cuma Untuk Medis

Termometer Bimetal

Saat Anda mempelajari ilmu fisika dulu, tentu saja mengerti mengenai pemuaian logam alias metal. Hal itulah yang dimanfaatkan dalam termometer bimetal ini. Seperti namanya, bimetal, termometer ini menggunakan dua buah keping logam dengan koefisien muai yang tak sama. Sehingga saat muncul perubahan suhu, maka bimetal akan melengkung ke arah tertentu dan seperti itulah cara melihat suhu berganti.

Disebutkan jika suhu ruang meningkat, keping bimetal akan melengkung ke arah logam yang mempunyai koefisien muai lebih kecil. Dan saat suhu mendadak meningkat, keping bimetal melengkung ke arah sebaliknya yakni ke logam dengan koefisien muai lebih besar. Karena kemampuannya itu, termometer bimetal lebih sering dipakai untuk mengukur suhu oven kompor, termostat, pemanggang dan Circuit Breakers.

Termometer Digital

Nah, inilah termometer yang paling banyak digunakan dalam dunia medis dan masyarakat umum. Seperti namanya, termometer digital memiliki sensor digital dan layar LCD untuk memperlihatkan besaran tingkatan suhu. Sekedar informasi, sensor yang dipakai dalam termometer digital biasanya memakai Termokopel. Karena relatif lebih sensitif dan akurat dalam memperlihatkan suhu, maka termometer digital disukai.

Sebetulnya cara kerja termometer digital sangatlah sederhana di mana pada umumnya memanfaatkan sensor panas elektrolit untuk merekam suhu tubuh. Penggunaan termometer digital di dunia medis pun begitu luas yakni bisa untuk merekam suhu lewat mulut, ketiak bahkan rektum (lubang pantat). Hanya saja penggunaan termometer digital kadang dibedakan sesuai usia.

Untuk anak-anak bayi dengan usia di bawah tiga bulan, kadang termometer digital diletakkan pada rektum karena suhunya lebih akurat. Sementara untuk anak-anak di atas usia tiga tahun dan kalangan dewasa, lebih baik termometer digital diletakkan melalui mulut. Tetapi butuh waktu sekitar 15 menit setelah makan atau minum sebelum termometer digital dimasukkan ke mulut karena suhu makanan/minuman berpengaruh.

Termometer Alkohol

Selain air raksa, ada juga termometer yang sering dipakai yakni termometer alkohol. Sama seperti termometer air raksa, pada dasarnya termometer alkohol punya fungsi yang serupa. Hanya saja jika dibandingkan termometer air raksa, termometer jauh lebih dianjurkan karena lebih aman dan jauh lebih lambat menguap. Untuk penggunaan cairan alkohol, biasanya memakai etanol.

Bukan tanpa alasan kenapa etanol digunakan dalam termometer alkohol. Karena cairan yang satu ini cukup murah dan tidak memiliki dampak buruk jika sewaktu-waktu termometer mendadak pecah. Namun wajib diingat kalau termometer alkohol dengan cairan etanol cuma mampu mengukur suhu hingga 78 derajat celcius. Selain untuk tubuh, termometer alkohol juga bisa mengetahui temperatur ruangan.

Biasanya orang-orang lebih memilih menggunakan termometer alkohol untuk penggunaan di rumah-rumah saat termometer digital tak diperlukan. Karena memang pada dasarnya cairan etanol memiliki dampak yang tidak terlalu merusak bagi tubuh. Hal ini jelas berbeda jauh dengan air raksa yang sering ditakuti dan cukup dikhawatirkan, apalagi jika digunakan di dekat anak-anak kecil.

Termometer Probe

Salah satu termometer yang sering digunakan juga di dunia kesehatan selain termometer digital, termometer alkohol dan termometer air raksa adalah termometer probe. Jika Anda tidak tahu, termometer probe memiliki tampilan yang tak biasa yakni ujung sensor cukup runcing dan terhubung dengan kabel cukup panjang hingga mencapai satu meter.

Lantas untuk apakah keberadaan kabel panjang di termometer probe? Rupanya itu bertujuan agar bisa digunakan lebih fleksibel. Karena biasanya termometer probe dipakai di dunia ritel dan makanan yang membuat termometer wajib direndam ke sebuah cairan yang dipanaskan atau didinginkan. Sehingga keberadaan kabel agar seminim mungkin mengenai permukaan kulit.

Termometer Air Raksa

Sebelum munculnya termometer digital, pada umumnya tenaga medis dan kalangan alkemis menggunakan termometer air raksa. Disebut demikian karena termometer ini menggunakan cairan (liquid) berupa air raksa (merkuri). Meskipun berbentuk mirip termometer alkohol, termometer air raksa memiliki kelebihan yakni sanggup mengukur suhu lebih tinggi.

Bahkan termometer air raksa kadang masih digunakan untuk industri besar yang sering berkutat dengan cairan-cairan atau benda bersuhu luar biasa panas. Kelebihan termometer air raksa adalah setinggi apapun suhu yang ada, tidak akan membasahi dinding termometer karena perubahan suhunya jauh lebih cepat. Namun meskipun begitu, Anda harus benar-benar waspada saat menggunakan termometer air raksa.

Kenapa demikian? Karena termometer air raksa sangat bahaya jika pecah lantaran air raksa mampu menyebabkan kerusakan pada apapun yang disentuhnya, termasuk kulit manusia. Selain itu kekurangan lain termometer air raksa adalah tak mampu mengukur suhu rendah dan harganya relatif lebih mahal. Tak heran kalau para pengguna termometer air raksa kebanyakan adalah tenaga medis atau ilmuwan profesional.

Termometer Dinding

Anda mungkin sering melihat beberapa ruangan yang memasang termometer di dindingnya. Ini dilakukan agar semua orang bisa melihat seberapa jauh perubahan suhu di dalam ruangan. Mayoritas termometer dinding menggunakan cairan air raksa karena memang lebih sensitif dalam hal perubahan suhu. Begitu mudah untuk melihat suhunya karena dinyatakan dalam satuan derajat celcius serta fahrenheit.

Selain termometer digital, termometer dinding termasuk salah satu jenis termometer yang begitu sering digunakan masyarakat umum. Biasanya beberapa perusahaan memasang termometer dinding untuk mengetahui suhu normal produk mereka di dalam ruangan. Tak cuma itu saja, rumah sakit-rumah sakit juga kadang memasang termometer dinding di sepanjang tembok lorong atau bangsal-bangsal utama.

Termometer Resistensi

Perusahaan-perusahaan besar seperti industri besi baja atau logam-logam lain jelas bekerja dalam suhu yang luar biasa tinggi. Suhu yang luar biasa tinggi sudah pasti tak bisa diukur menggunakan termometer biasa, sekalipun itu termometer air raksa. Untuk itulah para pelaku industri besar menggunakan termometer resistensi. Kelebihan dari termometer resistensi ini adalah mampu mengukur suhu dengan skala lebih lebar.

Jika termometer air raksa cuma mampu bertahan pada suhu super panas, termometer resistensi sanggup mencatat suhu super dingin. Karena sanggup mengukur dari minus 250 sampai 700 derajat celcius. Untuk cara kerjanya, Anda harus mencatat perubahan resistensi cairan yang mengalir dalam kawat platina. Kawat platina ini dililitkan ke bahan keramik atau kaca. Selain platina biasanya juga memakai tembaga atau nikel.

Hanya saja dalam perkembangannya, termometer resistensi jauh lebih lazim menggunakan kawan platina. Kenapa begitu? Karena platina memiliki tingkat akurasi dan rentang suhu jauh lebih luas.

Termometer Six-Bellani

Ilmu fisika memang memiliki pengaruh paling besar dalam perkembangan termometer. Jika Anda cukup jarang mendengar, termometer Six-Bellani ini bertugas untuk mengetahui suhu maksimum dan minimum di sebuah tempat dalam kurun waktu tertentu.Untuk prinsip kerjanya, termometer Six-Bellani menggunakan air raksa berdasarkan hukum James Six Bellani.

Saat suhu naik, air raksa di dalam bola akan mengembang dan membuat bagian yang sempit terdesak sehingga masuk ke dalam tabung skala. Sementara itu ujung air raksa di bagian kanan termometer adalah sinyal suhu udara tertinggi. Di saat suhu udara menurun, maka kolom air raksa akan tak bergerak lantaran tertahan bagian sempit. Untuk itulah agar posisi bola kembali, termometer Six-Bellani harus diayun keras-keras.

Termometer Resistor

Seperti namanya, termometer resistor menggunakan ilmu fisika di bidang elektronik. Sistem kerja termometer resistor pada dasarnya adalah memanfaatkan perubahan hambatan jenis pada sebuah penghantar saat suhu berubah. Untuk itulah tampilan termometer resistor berupa komponen elektronik dengan tingkat akurasi yang sangat tinggi. Biasanya termometer resistor digunakan dalam pipa yang jadi bahan bakar gas.

Karena berupa komponen elektronik, termometer resistor juga lazim dipasangkan langsung ke sebuah alat listrik. Sehingga dengan keberadaan termometer resistor ini, para pekerja tak perlu bingung-bingung lagi mengetahui berapa besar suhu sebuah alat elektronik. Jauh lebih mudah dan praktis dalam penggunaannya karena alat listrik cukup berbahaya bagi manusia jika disentuh dengan tangan telanjang.

Termometer Inframerah

Dalam dunia industri, kadang kala diperlukan sebuah alat yang mampu mengukur suhu tanpa menyentuh obyek sama sekali. Jelas sekali termometer air raksa, termometer resistensi hingga termometer probe tak bisa melakukannya. Untuk itulah diperlukan jenis termometer baru yakni termometer inframerah. Termometer inframerah memiliki kemampuan mengukur suhu dengan cara mendeteksi radiasi termal lewat laser.

Untuk itulah termometer inframerah sama sekali tak perlu menyentuh obyek karena suhu bisa langsung diketahui dari radiasi termal. Tak hanya dalam dunia industri besar saja, termometer inframerah juga dipakai untuk mengukur suhu gunung berapi atau bahkan kenampakan alam lainnya yang tidak memungkinkan manusia untuk datang. Sehingga termometer inframerah bertugas menangkap besaran radiasi termal.

Melihat sepuluh jenis termometer yang dibahas, Anda tentu bisa menentukan mau menggunakan termometer jenis apa. Usahakan memakai termometer yang memang benar-benar diperlukan untuk kebutuhan rumah tangga. Jika Anda memang hanya ingin termometer sebagai alat untuk mengukur suhu air yang mendidih atau anak saat demam, maka lebih baik gunakan termometer digital saja. Tidak terlalu ribet, akurat dan tak berbahaya.

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here