Trik Jitu Memahami Kepribadian Anak

0
430

Semua anak yang dilahirkan di dunia ini tentu biasanya ‘se paket’ dengan sifat yang mencerminkan kepribadian tertentu. Sifat yang dibawa anak inilah yang akan membantu Anda memahami bagaimana perasaan si anak. Apakah anak bahagia, tertawa, atau menangis tentunya akan terlihat dari wajah dan ekspresi nya.

Sayangnya, tidak semua orang tua tahu bagaimana cara merespons dengan baik. Terutama terhadap kecenderungan sifat unik anak yang berbeda dari yang lain. Misal bagaimana tanggapan terhadap si anak pemalu, terhadap anak galak, dan sebagainya.

Para peneliti meyakini bahwa setiap anak memulai kehidupan dengan ‘warisan’, berupa sembilan sifat yang kemudian akan membuat anak berada dalam satu dari tiga kategori ini: easy, slow to warm up, dan challenging baby. Bagi Anda yang belum memahami hal ini, tak perlu panik.

Meski Anda tidak bisa mengubah sifat bawaan anak namun sebenarnya Anda bisa membantu anak untuk menggali seluruh potensi dalam dirinya. Tentunya dengan cara stimulasi yang tepat untuk memberinya kesempatan dalam mengenal dan menemukan apa yang terbaik baginya.

Ada beberapa sifat anak yang sudah tampak jelas sejak lahir. Tetapi ada pula beberapa sifat lain akan terlihat pada usia tiga atau empat bulan atau bahkan ada beberapa sifat yang intensitasnya bertambah secara perlahan-lahan. Misalnya, anak tidak lagi terlalu mudah mengamuk saat frustrasi setelah rasa percaya dirinya bertambah atau sudah bisa belajar menghadapi sisi positif-negatif dari kehidupan.

Untuk lebih jelasnya dalam memahami kepribadian anak, simak ulasan berikut. Hal ini juga akan dilengkapi dengan cara menghadapi kepribadian anak berdasarkan masing-masing sifatnya sehingga Anda bisa memaksimalkan potensi anak tersebut.

Cara mengenali dan memaksimalkan kepribadian anak

Tingkat aktivitas

Hal yang harus diperhatikan dalam menentukan tingkat aktivitas misalnya cobalah Anda perhatikan apakah bayi Anda cukup puas melihat dunia dari kursi bayinya? Ataukah anak tersebut membuat ‘acara’ ganti popok menjadi ajang gulat yang sengit?

Dengan memperhatikan aktivitas ini maka Anda akan menemukan cara menghadapi anak tersebut. Kalau dia memiliki tingkat aktivitas yang rendah, sebaiknya Anda jangan memberikan seabrek permainan fisik karena hal tersebut tak cocok dengan kepribadiannya.

Akan lebih baik jika Anda memberikan aneka mainan yang digantung di atas boks atau mainan yang disematkan pada bar stroller sehingga membuat anak tetap bisa bermain, berimajinasi, dan termotivasi.

Hal ini berlaku sebaliknya. Jika anak tersebut super aktif maka ia memiliki toleransi yang tinggi terhadap rangsangan. Sehingga anak jenis ini biasanya bisa menguasai keterampilan motorik kasar dengan cepat misalnya seperti berjalan.

Hal ang harus diperhatikan anak dengan aktivitas tinggi harus terus dijaga keamanannya. Hal ini dikarenakan anak Anda lebih rentan mendapat masalah ketimbang bayi yang pasif, misalnya, berguling-guling.

Sebaiknya Anda menyingkirkan semua ornamen di sekeliling boks atau jangan pernah meninggalkannya tanpa pengawasan ketika duduk di kursi atau bed. Karena bisa jadi ia akan jatuh ke lantai. Anak jenis ini biasanya menjadi tukang tidur yang baik, karena seluruh aksinya membuatnya amat kelelahan.

Keteraturan

Hal yang harus diperhatikan dalam menentukan keteraturan cobalah Anda perhatikan dua hal ini. Apakah anak teratur untuk tidur, makan, dan bahkan pup sesuai jadwal atau ia selalu menentang setiap usaha Anda untuk menetapkan rutinitas?

Cara menghadapi anak atau bayi yang punya jadwal sendiri, sebaiknya Anda susun jadwal sesuai kebiasaan anak tersebut. Hal ini tentunya akan membuat hidup Anda jauh lebih mudah karena anak tak akan melawan. Sehingga jika anak sudah lebih besar, kelak ia juga akan bisa menoleransi saat waktu tidur siang sesekali terlewat.

Tetapi jika anak termasuk anak yang tidak teratur atau sulit ditebak maka sebaiknya Anda jangan terlalu kaku. Karena jika Anda memaksakan jadwal justru nantinya bisa menyebabkan frustrasi.

Meski tanpa jadwal, Anda tetap bisa menyisipkan elemen-elemen yang rutin harus dilakukan anak setiap harinya, misalnya, menyusu di kursi yang sama. Anda cukup tegas pada hal yang penting misal kewajiban makan dan istirahat yang cukup.

Kemampuan bersosialisasi

Hal yang harus diperhatikan dalam menentukan kemampuan bersosialisasi cobalah Anda perhatikan dua hal berikut. Yang pertama yaitu apakah bayi tersenyum dan ‘berceloteh’ terhadap siapa pun yang menggendongnya, atau anak selalu cemas terhadap orang asing, dan menolak dipeluk (bahkan oleh neneknya sendiri)?

Untuk menghadapi cara bersosialisasi anak yang termasuk sosial maka Anda harus lebih banyak memberikan kesempatan untuk berinteraksi dengan orang lain. Misalnya membiarkan anak bergabung dengan playgroup, jalan-jalan keliling kompleks, atau Anda juga bisa membawanya saat berbelanja.

Sedangkan untuk anak yang pemalu maka sebaiknya jangan biarkan ia dekat-dekat dengan orang asing terlalu cepat. Sebaiknya Anda mendampingi anak sampai ia menunjukkan sinyal kalau sudah siap berinteraksi dengan orang lain. Khusus untuk bayi misalnya ia mulai mengeluarkan suara-suara pada orang lain.

Anda tak perlu khawatir anak tak akan punya teman saat besar nanti. Karena meski anak sedikit tertutup, ia akan tetap memiliki teman-teman dalam temponya sendiri. Perlu Anda ketahui bahwa pada bayi yang paling ramah sekalipun akan mengalami tahap clingy.

Clingy adalah sifat tidak mau lepas dari orang tua atau dikenal sebagai tahap kecemasan terhadap orang asing. Sifat ini biasanya ada pada anak yang usianya menginjak sembilan bulan dan akan menghilang secara perlahan-lahan pada usia 18 bulan.

Kemampuan beradaptasi

Hal yang harus diperhatikan dalam menentukan kemampuan beradaptasi misalnya dengan memperhatikan apakah si kecil mudah beradaptasi atau ia menolak tidur di mana pun selain boks nya dan memuntahkan makanan baru yang Anda suapkan padanya?

Untuk menghadapi anak yang mudah beradaptasi dan mampu menerima perubahan serta orang-orang baru tentunya mudah. Hal ini dikarenakan anak bisa tidur nyenyak di kamar hotel semudah ia tidur di kamarnya sendiri dan cepat akrab dengan banyak orang, misal babysitter baru.

Namun untuk anak yang tidak terlalu fleksibel, sebaiknya dalam memperkenalkan hal-hal baru dalam hidupnya dilakukan secara pelan-pelan. Perubahan yang tampaknya sederhana, seperti Anda mengganti kacamata, bertemu orang baru, dan lainnya terkadang bisa membuatnya takut. Sehingga saat bepergian sebaiknya Anda membawa benda-benda yang akrab dengan anak.

Intensitas

Hal yang harus diperhatikan dalam menentukan intensitas yaitu misalnya cobalah Anda perhatikan dua hal ini. Yang pertama apakah bayi akan mengungkapkan perasaannya tanpa ditahan-tahan, seperti menangis keras-keras, sehingga mengguncang dunia, ataukah ia cenderung merengek-rengek begitu ada yang mengganggu?

Untuk menghadapi anak yang suka drama sebaiknya jangan merasa bersalah ketika Anda tidak bisa melakukannya. Karena jika dituruti akan menjadi kebiasaannya untuk drama di mana pun termasuk di tempat umum.

Yang perlu Anda pahami adalah anak yang demikian itu biasanya bisa memungkinkan akan menjadikannya murid yang cemerlang. Karena saat tak lagi mencurahkan energi untuk drama, ia curahkan untuk belajar.

Anak yang tidak drama mungkin lebih mudah pengasuhan nya. Tetapi biasanya anak tersebut tidak mudah mengekspresikan diri sehingga membuat Anda harus bekerja lebih keras untuk memahami apa yang ada di dalam benaknya.

Anda harus memperhatikan dengan saksama perubahan ekspres (kerutan dahi atau tanda-tanda bosan, seperti melihat ke arah lain). Selain itu Anda juga harus memberikan pancingan perasaan kepada anak misal dengan memastikan dan bertanya “Oh, kamu nggak suka bunyi itu, ya!”.

Watak

Hal yang harus diperhatikan dalam menentukan watak anak yaitu dengan pertanyaan apakah si kecil bangun dengan senyuman dan menyengir sepanjang hari ataukah ia cenderung memulai hari dengan kerutan di dahi, rengekan, atau ratapan?

Untuk menghadapi anak yang periang maka Anda bisa menjalin kelekatan dengannya (bonding) hanya dengan bersenang-senang seperti bernyanyi bersama, bercanda dan saling membuat mimik konyol, serta bermain apa saja.

Namun untuk anak yang sering mengerutkan dahi ketimbang cengar-cengir, maka usahakan untuk melimpahi anak dengan senyuman dan kasih sayang untuk membantunya lebih optimis dalam memandang dunia. Sehingga saat ia tumbuh besar, kebiasaan merengek tersebut bisa berkurang. Biarkan anak jenis ini menjadi dirinya sendiri.

Konsentrasi

Hal yang harus diperhatikan dalam menentukan konsentrasi yaitu misalnya cobalah Anda perhatikan dua hal ini. Yang pertama bisakah Anda cepat menenangkan bayi dengan cara mengubah pemandangan yang dilihatnya atau memberinya mainan baru atau Anda kesulitan menenangkan nya bila ia tidak mendapat apa yang benar-benar diinginkannya?

Untuk menghadapi anak yang todak mudah fokus konsentrasi sebenarnya susah-susah gampang. Sebaiknya Anda menjauhkan anak atau bayi dari pemecah konsentrasi seperti ruangan yang berisik bisa mengganggu acara makannya. Jadi untuk membantunya fokus Anda bisa meminimalisir rangsangan seperti ini.

Sedangkan untuk anak yang mudah fokus maka ia tak menyadari kebisingan di sekitar. Misalnya suara mesin mobil ketika siap-siap tidur siang, dan lainnya. Hal yang harus Anda perhatikan biasanya anak jenis ini suka kesal saat merasa terganggu saat sedang konsentrasi bermain.

Ketekunan

Hal yang harus diperhatikan dalam menentukan ketekunan yaitu misalnya cobalah Anda perhatikan dua hal ini. Yang pertama apakah bayi Anda tidak mudah menyerah saat mencoba meraih mainan ataukah ia menangis ketika tidak bisa memainkan mainannya?

Untuk menghadapi anak yang tekun, sebaiknya Anda membawa mainannya ke baby tabel. Buat anak tersebut tetap asyik dengan cara menaikkan tingkat kesulitan permainan, misal dengan memperkenalkan bentuk balok yang bervariasi ketika memasukkan gelang plastik tidak lagi menantang nya.

Sedangkan untuk anak yang tidak terlalu tekun sebaiknya jangan langsung memberinya mainan untuk anak di atas usianya. Saat Anda memiliki hal lain yang harus dikerjakan maka Anda harus menyiapkan seabrek aktivitas sehingga anak tetap asyik melakukan sesuatu.

Kepekaan

Hal yang harus diperhatikan dalam menentukan kepekaan anak yaitu amati apakah si kecil langsung rewel karena terganggu sedikit saja: terlalu berisik atau popok-nya basah atau ia jarang bereaksi terhadap perubahan di sekitarnya maupun rutinitas-nya?

Untuk menghadapi anak yang peka sebaiknya jaga lingkungan sekitar tetap tenang. Berikan cahaya redup, musik lembut, dan tidak banyak orang di dekatnya supaya ia merasa nyaman. Anda bisa berbicara dengan anak secara lembut, serta menghindar aktivitas berlebihan sebelum waktu tidur.

Untuk anak yang tidak peka, maka Anda justru harus lebih peka. Hal ini dikarenakan bisanya anak jenis ini bahkan mungkin tidak akan bereaksi terhadap rasa sakit. Saat anak sakit, ia tidak rewel dan marah tetapi hanya lesu dan lemah.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here