Cara Mengatasi dan Mendidik Anak yang Hiperaktif dengan Baik

0
475

Anak yang hiperaktif termasuk anak yang tidak mau diam dan memiliki aktivitas tinggi. Biasanya anak-anak tersebut cenderung sering berlarian, terus bermain, susah diatur, tidak mau diam dan sulit untuk tidur. Untuk mengawasi dan menjaganya juga membutuhkan kesabaran dari orang tua itu sendiri. Karena sifat hiperaktif tersebut dapat dikendalikan dengan cara mendidik yang benar.

Selain itu setiap anak juga istimewa bagi orang tuanya masing-masing. Tidak peduli dengan kondisi anak dan mereka tetap menjadi anugerah yang indah bagi orang tua. Begitu pula anak yang terlahir hiperaktif.

Sedangkan masalah pada anak yang hiperaktif ini dikenal dengan ADHD atau Attention Deficit Hyperactive Disorder. Mereka akan mengalami kesulitan konsentrasi, sulit pada satu aktivitas dan sulit tidur. Oleh karena itu para orang tua harus menjaga anak hiperaktif dengan baik dan benar. Mengatasi anak serta mendidiknya secara baik supaya anak juga tumbuh dengan benar.

Mengatasi dan Mendidik Anak Hiperaktif

Cara Mendidik Anak Hiperaktif

Biasanya anak hiperaktif saat bayi akan menunjukkan gejala secara terus menerus. Seperti berteriak, menangis, susah tidur, tidak bisa diam dan lebih aktif bergerak dibandingkan anak-anak lain di usianya.

Dari sejumlah penelitian yang telah dilakukan par ahli, hasil yang didapatkan pada anak penderita ADHD terdapat gangguan atau ada yang salah pada otak anak tersebut. Kelainan otak ini terjadi pada bagian depan otak dan bisa terjadi pada senyawa kimia neutransmitter. Umumnya otak anak penderita ADHD ini memiliki ukuran yang lebih kecil.

Tapi untuk orang tua sendiri tidak perlu cemas untuk mengatasi atau mendidik anak yang hiperaktif. Karena hal tersebut bukanlah hal buruk jika Anda mampu mendidiknya dengan benar. Selain itu anak hiperaktif ini hanya membutuhkan kasih sayang dan perhatian lebih besar saat mendidik serta merawatnya. Untuk cara mendidiknya dapat dilakukan dengan banyak cara.

Mulai dari memperhatikan asupan atau makanan yang masuk dalam tubuh anak setiap harinya. Melatih anak untuk bersosialisasi, memberitahukan kondisi anak Anda pada lingkungan sekitar dan berikan perhatian serta kasih sayang yang lebih untuk anak tersebut.

Bisa juga dengan memberikan jadwal yang tepat untuk latihan secara rutin. Memilih gaya belajar yang tepat, hindari memberikan hukuman pada anak dan kenali bakat anak sejak dini. Lakukan komunikasi dengan anak secara baik dan latih supaya dapat belajar menenangkan diri sendiri.

Saat Anda memberikan latihan untuk menenangkan diri, ajarkan anak untuk duduk diam. Kemudian tarik nafas berulang kali sampai tenang kembali. Ajarkan hal tersebut sejak awal supaya dapat membentuk interaksi yang menyenangkan saat anak dalam kondisi tertentu atau tidak nyaman. Artikel selanjudnya tab 1/2/3

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here