Cara Mengatasi dan Mendidik Anak yang Hiperaktif dengan Baik

0
2986

Cara Mengatasi Anak Hiperaktif

Selain mengetahui cara mendidik anak hiperaktif dengan baik. Anda juga perlu mengetahui cara mengatasinya. Cara tersebut dapat dilakukan dengan memberikan tugas lebih untuk anak. Membuatkan jadwal supaya dapat meminimalisir perilaku negatif, pura-pura tidak memperhatikan dan memberikan penguatan yang positif.

Anda sebagai orang tua juga perlu mendengarkan keluh-kesah dari anak. Ciptakan suasana yang kondusif, membelikan mainan supaya anak dapat menyalurkan energi positif, kenali bakat dan minatnya dengan baik. Anda juga dapat berkonsultasi dengan ahlinya jika ingin lebih mantap dalam mengatasi permasalahan yang terjadi.

Dengan melakukan konsultasi tersebut maka Anda dapat mencari solusi secara medis dalam mendidik anak. Anda juga akan mendapatkan gambaran yang lebih jelas tentang kondisi anak.

Penyebab Anak Hiperaktif

Anak yang mengalami masalah ADHD ini biasanya akan menunjukkan tenaga saat melakukan aktivitas besar. Anak hiperaktif juga akan mengalami kesulitan untuk berkonsentrasi atau tidur. Kebanyakan dari mereka akan bertingkah sesuka hati dan sulit untuk diatur.

Sedangkan salah satu gejala yang dapat dilihat saat bayi saat bayi menangis dan berteriak secara terus menerus. Susah tidur, lebih aktif, tidak bisa diam, ceroboh dan tidak bisa tidur.

Anak yang mengalami hiperaktif bisa juga diakibatkan adanya gangguan saat masa kehamilan. Seperti ibu yang mengalami alergi, stres serta adanya komplikasi saat masa kehamilan tersebut. Tapi ada juga beberapa anak hiperaktif yang diakibatkan dari keturunan keluarga jika sebelumnya ada anggota yang memiliki masalah tersebut.

Selain itu menurut Dr. Seto Muliadi sendiri, anak hiperaktif termasuk anak yang menunjukkan pola perilaku menetap. Perilakunya bisa dikenali dengan sikap yang tidak bisa diam. Perilaku hiperaktif juga terdiri dari 3 tipe. Mulai dari tipe anak yang tidak bisa memusatkan perhatian, anak hiperaktif & impulsive serta tipe gabungan antara tidak bisa memusatkan perhatian dengan impulsive.

Tidak hanya itu, anak yang hiperaktif juga akan cenderung menimbulkan masalah bagi orang tua. Karena mereka harus selalu diberikan perhatian yang lebih dan selalu dalam pengawasan. Hal ini akan membuat menyita waktu yang lebih banyak bagi orang tua selama memberikan pengawasan.

Kondisi ini juga bisa dialami oleh guru yang memiliki anak hiperaktif di dalam kelas. Karena mereka suka bergerak dan saat proses belajar sulit fokus yang membuatnya menjadi sulit menangkan materi pelajaran yang diberikan. Bisa juga memicu kelas menjadi tidak kondusif dan ricuh. Oleh karena itu membutuhkan metode yang khusus untuk nak supaya dapat diarahkan menuju hal yang positif.

Perbedaan Anak Hiperaktif dengan Superaktif

Untuk anak hiperaktif biasanya memiliki ciri-ciri seperti yang sudah dijelaskan di atas. Sedangkan anak superaktif juga memiliki ciri-ciri tersendiri dan hal tersebut menjadi perbedaan antara anak hiperaktif dengan superaktif.

Untuk anak superaktif memiliki ciri-ciri yang bisa tetap fokus meskipun anak tersebut terus bergerak. Konstruktif, bisa merasa lelah, intelektualitasnya lebih baik.

Dikatakan bisa tetap fokus ini saat anak melakukan apa yang sedang dikerjakan saat itu juga. Jika diberikan mainan seperti puzzle maka anak dapat menyelesaikannya. Sedangkan untuk anak yang hiperaktif biasanya akan cepat bosan dan tidak menyelesaikan permainan.

Konstruktif atau anak yang memiliki tenaga berlebihan dan digunakan untuk menyelesaikan tugas yang diberikan. Ia akan berusaha menyusun konstruktif pada permainan tersebut. Selain itu anak yang superaktif juga dapat merasa lelah setelah melakukan aktivitasnya. Saat mereka sudah merasa lelah, maka anak superaktif akan berhenti dan memilih untuk istirahat atau tidur.

Makanan yang Perlu Dihindari Anak Hiperaktif

Anak biasanya memiliki perilaku yang lincah dan hampir jarang untuk beristirahat. Dalam hal tersebut ada beberapa orang yang menilai bahwa perilaku ini sangat wajar, karena sedang dalam masa pertumbuhan.

Tapi akan berbeda jika Anda memiliki anak dengan masalah ADHD. Karena anak-anak ini butuh perhatian khusus dan harus ditangani dengan baik. Selain itu Anda juga perlu menghindari makanan yang dapat memicu gejala ADHD pada anak. Untuk makanan yang perlu dihindari cukup banyak.

Mulai dari es krim, gula, Ikan tinggi merkuri, keju, coklat, soda, jagung, jus buah kemasan, keripik dan daging merah. Makanan dengan bahan dasar susu seperti es krim ini mampu memicu ADHD, terutama pada anak yang hypersensitive dengan produk susu. Mereka akan merasa lelah saat mengkonsumsinya, baik secara fisik maupun mental.

Begitu juga dengan gula yang menurut para ahli dapat memicu perubahan mood ang drastis. Jadi ada baiknya untuk menghindari gula saat mengelola minuman atau makanan supaya mood anak tetap stabil.

Selain itu coklat juga perlu dihindari, karena tidak sedikit coklat yang mengandung kafein dan kafein tersebut akan memicu gejala ADHD. Akan lebih buruk jika anak tidak mau berhenti mengkonsumsi coklat, karena dapat menyebabkan hipertensi.

Memberikan daging merah juga akan menyebabkan meningkatnya gejala untuk penderita ADHD. Jadi Anda sebagai orang tua perlu mengurangi asupan daging merah bagi anak yang mengalami hipertensi. Tapi Anda dapat memilih yang lebih sehat, seperti udang atau salmon yang dapat dicampur dalam menu makanan. Artikel selanjudnya tab 1/2/3

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here