Bagaimana Menghadapi Anak Remaja
Masa remaja ini adalah masa yang terpenting yang harus mendapatkan perhatian lebih dari orang tua. Mayoritas hal-hal yang negatif yang terjadi pada masa remaja akan terus berkembang menjadi kebiasaan dan membentuk karakter anak hingga dewasa sehingga orang tua harus memastikan bahwa anaknya hanya akan belajar menjadi individu yang baik dan bisa bertanggungjawab.
Agar anak remaja tidak masuk ke dalam pergaulan remaja yang salah maka sebaiknya orang tua melakukan hal-hal seperti berikut :
- Ajarkan anak remaja dengan norma-norma agama dan norma sosial yang baik kepada mereka.
- Mulai mengenalkan anak dengan tugas-tugas yang sesuai dengan peran jenisnya misalnya anak perempuan nantinya akan mengandung dan melahirkan anak serta mendidik anak sedangkan anak laki-laki akan bertanggungjawab kepada anak dan istrinya kelak.
- Memberikan pemahaman yang baik kepada anak tentang konsep diri, tujuan hidup dan cita-cita masa depan.
- Mulai mengajarkan kemandirian kepada anak, mengajarkan solusi terhadap suatu masalah.
- Mengajarkan kepada anak untuk bisa merasa puas dengan kondisi jasmaninya agar bisa menggunakannya secara efektif dalam kehidupan.
- Mengajarkan kepada anak tentang tanggung jawab sosial yang harus dilakukan dalam kehidupan bermasyarakat.
- Menyiapkan anak remaja untuk bisa memiliki perilaku yang bisa diterima oleh masyarakat dan menjadi individu yang bermanfaat bagi orang lain.
- Mulai menerapkan aturan dan konsekuensi kepada anak, apa saja yang boleh dia lakukan dan hukuman apa yang harus dijalaninya jika si anak tidak mematuhi aturan tersebut.
Jika orang tua mampu mengedukasi dan mendampingi anak-anaknya melalui 2 periode “tergawat” dalam kehidupannya yaitu masa puber dan remaja maka anak akan lebih mudah menjadi individu yang bisa diandalkan saat dia dewasa nantinya. Anak yang memiliki rasa aman yang didapatkannya dari kelurga inti terutama ayah dan ibunya akan memiliki konsep diri yang positif dan akan lebih percaya diri. Dia juga akan menjadi pribadi yang lebih bersemangat dalam menggapai cita-citanya.
Banyaknya kasus kenakalan pada anak puber dan remaja mayoritas disebabkan oleh kurang adanya pendampingan dari orang tua kepada anak saat masuk periode puber dan remaja.
Sehingga anak akan lebih banyak menghabiskan waktunya diluar rumah dan lebih mempercayai apa yang dikatakan oleh kelompoknya tanpa melihat apakah itu benar atau salah. Orang tua bukan lagi hal yang penting bagi mereka sehingga apapun yang mereka lakukan sudah tidak lagi merasa perlu menanyakannya kepada orang tua.




































