Rumah Teletubbies
Pada tahun 2006, Gunung Merapi di Magelang, Jawa Tengah, selama berminggu-minggu sudah menunjukan aktivitas erupsinya dan berakhir meledak juga. Gunung berketinggian 2930 meter di atas permukaan laut ini, telah menewaskan sebanyak 4 ribu jiwa akibat tragedi ini.
LSM Wango saat itu bekerja sama dengan Domes For the World, berinisiatif membuat rumah khusus tahan gempa vulkanik, sebanyak 71 unit yang berdiameter 7 meter dan ketinggian sebesar 4 meter di salah satu komplek sekitar Gunung Merapi.
Jika Anda ingin berkunjung, setidaknya Anda membutuhkan berkendara selama 40 menit dari kota Yogyakarta agar bisa sampai ke tempat ini, tepatnya di Dusun Nglepen, Desa Sumberharjo, di sekitar kompleks Candi Ratu Boko di Prambanan.
Uniknya, rumah yang dibuat khusus untuk bencana inilah yang mampu menarik wisatawan, pasalnya rumah berjumlah 71 unit tersebut dibangun mirip rumah dari tokoh kartun Tinky Winky, Dipsy, Lala, dan Poo dalam serial TV Teletubies.
Dalam kartun tersebut, 4 boneka lucu warna-warni dengan tabung di perutnya, tinggal di rumah yang berbentuk seperti separuh bola dengan rumput berwarna hijau yang menyelimuti, kemudian di Indonesia rumah seperti itu disebut sebagai Dome.
Akhirnya, Kompleks Rumah Teletubies di Yogyakarta ini dikenal dengan Kompleks Rumah Dome, meskipun ada banyak orang lebih suka memanggilnya sebagai Desa Teletubies.
Rumah Dome ini dirancang untuk tempat tinggal paska gempa dan erupsi Gunung Merapi, dan sejak saat itu warga-warga yang terkena gempa mulai tinggal di rumah lucu ini. Namun, di tahun-tahun setelahnya rumah-rumah ini justru ramai di kunjungi wisatawan. Mereka penasaran dengan rumah Dome yang mirip rumah Teletubies tersebut.
Rumah Dome ini, meskipun berbentuk kecil tetapi terdapat banyak ruang di dalamnya, bahkan dalam 1 rumah terbagi menjadi 2 lantai. Menariknya, saat terik dan panas, udara di dalam Dome ini justru dingin dan sejuk, sementara jika udara di luar sangat dingin, maka udara di dalam Dome terasa hangat, siapapun pasti ingin tinggal disini.
Selain fasilitas rumah tanggap bencana gunung api, fasilitas lain juga dilengkapi di sekitar kompleks itu seperti mushola, poliklinik dan aula pertemuan warga dengan bentuk seperti kubah berukuran besar. Selain itu ada juga kereta kelinci yang digunakan untuk mengelilingi kompleks. L:alu pada hari-hari minggu, untuk menarik lebih banyak wisatawan, akan ada badut Teletubies yang bisa diajak foto bersama. Artikel Selanjutnya tab 1/2/3/4 dibawah





























