Pernah Jadi Lokasi Bencana Ternyata Tempat Ini Kini Jadi Obyek Wisata di Indonesia

0
4256

Pulau Sarinah dan Lumpur Lapindo

Bencana lumpur lapindo bahkan sampai saat ini tidak bisa dilupakan sejak 2006 lalu. bertempat di Kecamatan Porong, Sidoarjo, lumpur panas yang tersembur akibat dari kecelakaan pengeboran tambang minyak tak kunjung berhenti hingga sekarang dan telah mengubur lahan seluas 600 hektar beserta ratusan rumah disekitarnya.

Akan tetapi, lokasi semburan lumpur ini telah menjadi salah satu obyek wisata tersendiri yang menarik perhatian banyak orang. Di tengah-tengah genangan lumpur itu, terdapat sebuah pulau yang konon muncul dengan sendirinya, dinamakan pulau Sarinah, terletak di Desa Tlocor, Kecamatan Jabon, Sidoarjo, Jawa Timur.

Pulau ini terbentuk karena semburan lumpur yang telah mengalami sedimentasi selama bertahun-tahun. Awalnya pulau ini hanyalah lahan gersang, namun warga menanaminya dengan banyak pohon bakau dan tanaman lain. Dan tidak disangka bahwa kemudian pulau seluas 80 hektar itu, tampak seperti muncul di tengah-tengah genangan lumpur tersebut.

Selain jadi obyek wisata, pulau Sarinah ini juga dijadikan sebagai obyek penelitian oleh banyak mahasiswa setanah air, karenanya didirikan sebuah dermaga untuk berlabuh.

Agar bisa masuk ke pulau tersebut tidaklah sulit, sebab sudah ada jalan yang bisa diakses setelah melewati Jembatan Porong dan belok kiri ke arah timur sekitar 15 km sampai ke Dermaga Tlocor. Setelah itu, Anda bisa naik kapal atau perahu dan menikmati suasana sungai yang banyak pohon bakau, serta semacam api-api dari lumpur panas.

Perahu yang bisa disewa untuk menikmati suasana langka ini, bisa Anda dapatkan dengan biaya sebesar 150 – 200 ribu rupiah pulang pergi. Selain dari Pulau Sarinah yang ada di tengah-tengah danau lumpur, kawasan wisata lumpur lapindo di Porong ini juga menyediakan spot-spot unik khusus untuk pengunjung yang ingin mengabadikannya lewat foto.

Misalnya, seperti patung-patung manusia yang membawa banyak perabotan rumah tangga seakan-akan patung tersebut sedang menceritakan para warga yang dahulu menjadi korban semburan lumpur panas. Situasi patung-patung ini menggambarkan kekacauan yang saat itu tengah melanda warga Porong.

Apabila Anda ingin berkunjung ke tempat ini, Anda tidak perlu mengeluarkan biaya yang besar, sebab kawasan lumpur yang sudah jadi kawasan wisata ini langsung dikelola oleh warga Porong sendiri untuk mata pencahariannya.

Anda hanya perlu membayar parkir kendaraan sebesar 15 ribu rupiah saja, dan jika Anda juga tertarik untuk melihat pusat semburan lumpur, Anda bisa menambahkan biaya sebesar 25 ribu rupiah untuk tarif ojek lalu Anda bisa melihat bagaimana lumpur panas menyembur di Sidoarjo.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here