Bukan Pilihan Terakhir! Pahami Lebih Dulu Prosedur dan Risiko Bayi Tabung Sebelum Memutuskan.

0
4210
  1. Ovarian Reserve Test : Tes ini dilakukan untuk memeriksa kualitas sel telur dengan memeriksa kadar hormon FSH, hormon estrogen dan hormon AMH pada awal menstruasi, serta dilakukan pula USG pada kandungan untuk pemeriksaan lebih pasti.
  2. Analisa Semen : Tes yang dijalankan sebelum proses bayi tabung dimulai.
  3. Tes Infeksi Menular : Tes ini dilakukan untuk memastikan jika tidak ada penyakit menular dari sperma ayah dan sel telur ibu yang menjalani bayi tabung.
  4. Tes Rongga Rahim : Tes ini dilakukan dengan 2 cara yaitu Sonohisterografi yaitu dengan memasukan cairan khusus dari serviks menuju rahim dan dilanjutkan dengan pencitraan USG, dan cara Histeroskopi yaitu memasukan alat endoskopi melalui vagina menuju rahim.
  5. Tes Pemindahan Embrio : Tes ini dilakukan setelah pemeriksaan ketebalan rongga rahim dilakukan, sehingga bisa ditemukan metode atau teknik paling sesuai saat prosedur bayi tabungnya.

Induksi Ovulasi

Proses Induksi Ovulasi dilakukan yaitu dengan menyuntikkan obat-obat yang dapat menyuburkan produksi sel telur pada wanita, seperti injeksi Follicle Stimulating Hormone,Luteinizing Hormone atau kombinasi keduanya. Pemberian obat ini bertujuan agar ovarium menghasilkan sel telur yang banyak dan mengantisipasi adanya sel telur yang tidak subur atau tidak berkembang setelah diambil.

Selain itu juga dilakukan Human Chorionoc Gonadotropin (hCG) untuk membantu proses pematangan sel telur setelah 8-14 hari penyuntikan hormon, agar siap dilakukan pengambilan. Tetapi, jika yang terjadi justru proses pelepasan sel telur atau ovulasi lebih cepat, maka akan disuntikkan obat penekan agar proses bayi tabung bisa dilakukan pada waktunya.

Sampai di hari pengambilan sel telur, akan kembali diberikan obat atau suplemen Progesterone yang bertujuan untuk menyiapkan dinding rahim sebagai tempat pertumbuhan calon janin atau embrio.

Proses Induksi Ovulasi umumnya memerlukan waktu sekitar 1-2 minggu sampai sel telur dapat diambil, dan demi memastikan pertumbuhan sel telur, memeriksa kadar estrogen dan progesteron, maka  dilakukan USG Transvaginasi dan tes darah.

Apabila ditemukan pertumbuhan sel telur yang terlalu rendah atau malah terlalu tinggi, atau jika sampai mengalami ovulasi prematur, maka proses bayi tabung akan ditunda, lalu mengulang proses awal ini. Artikel Selanjutnya  tab 1/2/3/4 dibawah

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here